PanduHukum

Cara refund uang di marketplace

Artikel ini belum diverifikasi oleh ahli hukum (advokat). Materi disusun dan dicek faktual oleh tim PanduHukum dengan kutipan dari sumber resmi, namun belum ditinjau advokat. Gunakan sebagai informasi umum — bukan nasihat hukum. Untuk kasus spesifik, konsultasikan dengan advokat.

1
Langkah 1

Diagnosis Situasi

Refund di marketplace terjadi dalam beberapa skenario:

  1. Barang tidak sesuai deskripsi (warna, spesifikasi, ukuran beda)
  2. Barang rusak/cacat saat diterima
  3. Barang tidak sampai (hilang dalam pengiriman)
  4. Penjual sepakat pembatalan pesanan
  5. Transaksi pembayaran ganda (duplikat)

Mayoritas marketplace (Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak) memiliki sistem otomatis refund, tapi sering terjadi kesalahan sistem, penjual menolak tanpa alasan, atau dana "tertanam" di akun. Di sinilah kamu perlu tahu hak-hak hukummu.


2
Langkah 2

Hak Anda (Dasar Hukum)

Hak Refund Menurut Undang-Undang

Hak KonsumenDasar HukumPenjelasan Singkat
Barang sesuai yang dijanjikanUU 8/1999 (Perlindungan Konsumen) Pasal 4 huruf bKonsumen berhak mendapat barang sesuai nilai tukar, kondisi, dan jaminan yang dijanjikan
Informasi yang benar & jujurUU 8/1999 Pasal 4 huruf cHak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi & jaminan barang
Ganti rugi / penggantianUU 8/1999 Pasal 4 huruf hHak atas kompensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian jika barang tidak sesuai perjanjian
Bentuk & tenggat ganti rugiUU 8/1999 Pasal 19Ganti rugi dapat berupa pengembalian uang atau barang setara; dilaksanakan dalam 7 hari setelah tanggal transaksi
Perlindungan data & transaksi amanUU 27/2022 (Perlindungan Data Pribadi)Marketplace wajib menjaga keamanan & privasi data pembeli

Kewajiban Marketplace (Perdagangan Elektronik)

Menurut PP 80/2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), setiap pelaku usaha PMSE yang menerima pembayaran wajib memiliki atau menyediakan mekanisme yang dapat menjamin pengembalian dana konsumen apabila terjadi pembatalan pembelian oleh konsumen. Pelaku usaha juga wajib melindungi hak konsumen sesuai peraturan perlindungan konsumen.

Praktik yang umum diatur platform berdasarkan kewajiban ini:

  • Menyediakan mekanisme refund yang jelas dan dapat diakses
  • Memproses & menyelesaikan sengketa dalam tenggat yang ditetapkan platform
  • Memberikan pilihan bentuk pengembalian: refund uang ke rekening ATAU saldo/kredit akun (dengan nilai setara)

Catatan: POJK/OJK mengatur sektor jasa keuangan (mis. e-wallet, paylater, pinjaman online). Untuk pembelian barang biasa di marketplace, dasar hukum utamanya adalah UU 8/1999 dan PP 80/2019 (PMSE), bukan peraturan OJK.


3
Langkah 3

Ke Mana & Kapan (Inisiatif Refund)

Prosedur Bertahap Refund

TahapTempat/KanalWaktu (perkiraan)Aksi Anda
1. Klaim via MarketplaceAplikasi → Pesanan → "Buat Klaim Refund"7-30 hari setelah barang diterima (cek kebijakan platform)Foto bukti, deskripsi kerusakan/perbedaan
2. Respons PenjualChat penjual (di aplikasi)2-3 hariPenjual bisa setuju, tolak, atau minta kembalikan barang
3. Verifikasi MarketplaceAdmin marketplace5-7 hariPlatform cek bukti & ambil keputusan
4. Hasil & PencairanWallet/Rekening Bank3-10 hari (tergantung bank)Dana kembali otomatis ATAU ditahan (jika ditolak)
5. Eskalasi (Jika Ditolak)Kemendag → BPSK → PengadilanBervariasiKirim bukti & pengaduan tertulis

Kanal Refund yang Tersedia

Prioritas 1 — Dalam Aplikasi Marketplace:

  • Buka riwayat pembelian → Pilih barang → Tombol "Klaim Refund/Ganti Barang"
  • Unggah foto barang bermasalah (minimal 3 sudut berbeda)
  • Tulis alasan jelas & ringkas (jangan panjang-lebar, fokus fakta)
  • Submit & tunggu respons

Prioritas 2 — Live Chat Customer Service (jika klaim tidak muncul):

  • Beberapa marketplace lama (sistem lama) tidak memiliki tombol otomatis
  • Chat CS → minta "refund request form" atau "claim form"
  • Lampirkan tangkapan layar percakapan, bukti transfer, nomor invoice

Prioritas 3 — Email Resmi Marketplace:

  • Pesan ke support@[namamarketplace].co.id
  • Lampirkan: nomor pesanan, tangkapan layar barang, deskripsi kerusakan
  • Kirim via email resmi (bukan WhatsApp/Telegram) agar ada bukti tertulis

Prioritas 4 — Pengaduan Konsumen Kementerian Perdagangan:

  • Kanal pengaduan konsumen Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag
  • Ajukan jika marketplace/penjual tidak merespons atau menolak tanpa dasar
  • Sertakan: nomor klaim, chat/email bukti klaim ditolak/tidak dibalas

Prioritas 5 — BPSK / Pengadilan:

  • BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) menyelesaikan sengketa konsumen di luar pengadilan (mediasi, konsiliasi, atau arbitrase)
  • Atau ajukan gugatan ke Pengadilan Negeri di tempat kedudukan konsumen (Pasal 23 UU 8/1999 memberi hak menggugat melalui BPSK atau badan peradilan)
  • Untuk nilai kecil, pertimbangkan gugatan sederhana (small claims) yang lebih cepat dan murah

4
Langkah 4

Dokumen & Bukti yang Disiapkan

Untuk memastikan refund tidak ditolak, siapkan dokumen ini SEJAK AWAL:

Dokumen Wajib

  1. Foto Barang Bermasalah (minimal 3-5 foto jelas)

    • Foto kemasan luar (jika ada kerusakan)
    • Foto barang dari 3 sudut berbeda
    • Foto detail kerusakan/cacat (close-up)
    • Jangan edit/filter foto (agar diterima pengadilan)
  2. Bukti Pembayaran

    • Tangkapan layar invoice/struk (mencakup nomor pesanan, tanggal, nominal)
    • Bukti transfer atau screenshot checkout (jika bayar transfer manual)
  3. Bukti Penerimaan Barang

    • Screenshot notifikasi "Barang Diterima" dari aplikasi
    • Foto signature/tanda tangan jika diminta kurir
    • Nomor resi pengiriman (biasanya ada di invoice)
  4. Chat/Komunikasi Penjual

    • Screenshot percakapan dengan penjual (jika ada)
    • Screenshot klaim yang sudah diajukan (tangkapan dari menu klaim)
  5. Daftar Kerugian (jika ada kerusakan/hilang)

    • Harga barang
    • Biaya ongkir yang sudah dibayar
    • Pajak/PPN (jika terpisah)
    • Biaya pengembalian barang (jika ada)
    • Total kerugian Anda

Dokumen Tambahan (untuk Eskalasi)

  • Email/Surat dari Marketplace (jika ada balasan CS)
  • Screenshot timeline klaim (kapan diajukan, respons kapan)
  • Surat Pernyataan (tulisan tangan, benar isinya = ganti rugi minta berapa)
  • Fotokopi KTP & Rekening Bank (untuk verifikasi penerima refund)

5
Langkah 5

Jebakan yang Harus Dihindari

❌ Jangan Lakukan Ini (Akan Membuat Klaim Ditolak)

JebakanAlasannyaDampaknya
Terima barang dulu, baru klaim setelah 1 bulanLimit klaim 7-30 hari sejak diterima (tergantung marketplace)Klaim otomatis tertolak karena sudah lewat batas waktu
Klaim tanpa foto buktiPenjual bisa negasi: "Barang saya bagus-bagus saja"Tidak ada bukti = sulit dibantu saat eskalasi
Foto barang diambil dari internetMarketplace bisa deteksi (metadata foto, reverse image)Dituduh fraud, akun diblokir permanen
Klaim palsu berulang untuk pesanan yang samaKlaim yang tidak jujur = itikad tidak baik dan berpotensi dilaporkan sebagai penipuan (pidana umum)Akun diblokir, bisa dilaporkan ke polisi
Menolak kembalikan barang ketika penjual mintaJika refund bersyarat "barang dikembalikan"Klaim tertunda/ditolak, uang tidak keluar
Chat penjual dengan bahasa kasar/ancamanScreenshot dipakai penjual sebagai bukti kamu salahMediator condong ke penjual, klaim dikurangi
Cerita berbeda ke tiap kanal pengaduanVersi cerita berbeda = dianggap tidak jujurPengaduan bisa ditolak
Tidak simpan bukti chat/email"Dia bilang..." tanpa dokumentasi = tidak valid hukumSulit buktikan klaim ditolak/tidak ada respons
Ambil langkah sendiri: potong komisi, blokir rekening penjualItu pencurian/peretasanPenjual bisa lawan balik, laporan polisi

⚠️ Hati-Hati Terhadap Trik Penjual

  1. "Refund tapi barang tidak perlu dikirim balik" → Penjual tahu barang punya cacat, jadi tidak mau terima kembali. Tangkap chat ini sebagai bukti kecacatan.

  2. "Saya kirim barang baru, tidak usah refund" → Jika barang baru juga rusak? Minta refund dalam chat, jangan hanya terima tanpa syarat.

  3. "Saldo refund sudah masuk ke akun Anda" → Marketplace sering refund ke saldo akun/wallet, bukan rekening bank. Klaim refund ke rekening jika ingin uang tunai.

  4. "Admin marketplace sibuk, tunggu 2 bulan" → Anda berhak atas penyelesaian yang wajar. Jika berlarut-larut tanpa dasar, eskalasi ke Kemendag/BPSK.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa beda refund ke saldo akun vs rekening bank? Mana yang harus saya pilih?+

Saldo akun = uang dikembalikan ke wallet marketplace, bisa dipakai untuk belanja berikutnya. Rekening bank = uang masuk ke rekening pribadi Anda. Pilih rekening bank jika Anda tidak mau belanja lagi di marketplace tersebut atau ingin uang tunai. Berdasarkan PP 80/2019, pelaku usaha wajib menyediakan mekanisme pengembalian dana; platform umumnya menyediakan kedua pilihan.

Berapa lama marketplace harus memproses refund saya?+

Tenggat pastinya mengikuti kebijakan tiap platform, dan PP 80/2019 mewajibkan adanya mekanisme pengembalian dana yang jelas. Sebagai acuan hukum, UU 8/1999 Pasal 19 menyatakan ganti rugi dilaksanakan dalam 7 hari setelah tanggal transaksi. Jika klaim Anda sah namun berlarut tanpa alasan, kumpulkan bukti keterlambatan lalu eskalasi ke Kemendag atau BPSK.

Bagaimana jika penjual memotong biaya admin dari refund saya?+

Pada dasarnya pemotongan sepihak tanpa persetujuan Anda tidak dibenarkan. Sesuai semangat UU 8/1999, konsumen berhak atas ganti rugi/penggantian yang setara. Pengecualian hanya jika Anda sudah menyetujui syarat tersebut sebelum membeli (misalnya kebijakan "restocking fee" yang diinformasikan di awal). Jika dipotong tanpa sepengetahuan, ajukan keberatan ke CS; bila ditolak, eskalasi ke Kemendag/BPSK.

Apakah saya harus melaporkan barang cacat ke polisi untuk mendapat refund?+

Tidak wajib. Refund adalah hak konsumen yang bisa diselesaikan administratif (marketplace → Kemendag → BPSK). Laporan polisi hanya relevan jika ada dugaan penipuan pidana — misalnya penjual sengaja menipu, kerugian besar, atau penjual fiktif/kabur. Untuk kasus biasa, cukup via marketplace dan jalur perlindungan konsumen.

Bagaimana cara menghitung total kerugian saya untuk klaim?+

Rumus: Harga barang + Ongkir yang dibayar + Biaya retur (jika ada) − Sisa nilai barang (jika barang rusak tapi masih ada nilainya). Contoh: Barang Rp500 rb, ongkir Rp50 rb, barang rusak total (tidak bisa dijual) = klaim Rp550 rb. Sertakan daftar terperinci di surat pengaduan. Ingat, dalam gugatan ganti rugi konsumen, beban pembuktian ada pada pelaku usaha (UU 8/1999 Pasal 28) — ini menguntungkan Anda.


Dasar Hukum

  • UU 8/1999 · Pasal 4Terverifikasi dari sumber resmi
    Diverifikasi: 2026-07-23
  • UU 8/1999 · Pasal 19Terverifikasi dari sumber resmi
    Diverifikasi: 2026-07-23
  • UU 8/1999 · Pasal 23Terverifikasi dari sumber resmi
    Diverifikasi: 2026-07-23
  • UU 8/1999 · Pasal 28Terverifikasi dari sumber resmi
    Diverifikasi: 2026-07-23
  • PP 80/2019Terverifikasi dari sumber resmi
    Diverifikasi: 2026-07-23
  • UU 27/2022Terverifikasi dari sumber resmi
    Diverifikasi: 2026-07-23

Riwayat Pembaruan

  • Diverifikasi & diterbitkan (kutipan dicek ke sumber resmi). Perbaikan: huruf Pasal 4 UU 8/1999 dibetulkan (b=barang sesuai, c=informasi jujur); klaim keliru 'Pasal 28 = penipuan konsumen' dihapus (Pasal 28 = beban pembuktian terbalik pada pelaku usaha); dasar hukum marketplace dialihkan dari POJK 22/2023 & SEOJK 19/2023 (sektor jasa keuangan) ke PP 80/2019 (PMSE) + UU 8/1999; jalur eskalasi diperbaiki dari Ombudsman RI ke BPSK/Kemendag.
  • Draft otomatis — gate 1·2 (yellow)